HUT Ke-2 KinniID Lampung Gelar Diskusi Publik Tingkatkan Moral Generasi Milenial

WARTAPOST.CO.ID, Bandar Lampung — Mengusung tema ‘Jaga Moral Generasi Milenial dengan Ideologi’, guna Menuju Indonesia Emas 2045. Sehingga, dihadapkan tantangan besar soal pemahaman Ideologi Pancasila yang dinilai terkikis pada generasi muda bangsa. Demikian, konsep yang dipakai oleh Surat Kabar Harian (SKH) KinniID Lampung, dalam rangkaian peringatan ke-2 tahun, dengan menggelar diskusi publik dengan tema “ di Kinar Resto, Jum’at (10/11/2023).

Bersama narasumber, Aprilliati anggota DPRD Provinsi Lampung fraksi PDI-P dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Amelia Nanda Benson.

Dalam diskusi yang digelar, Wakil Ketua DPRD Lampung Selatan Amelia Nanda Sari mengatakan, Idelogi pancasila dapat membentuk karakter anak muda. Dan dalamnya, terkandung sebuah prinsip gotong royong. Tinggal, bagaimana menjaga moral generasi muda gen z dan milenial.

“Perkembangan digital tidak mungkin ditahan, tapi kesulitannya anak-anak tidak ada batasan konten. Kalau dulu, di TV ada batasan umur dan situs tidak bisa diakses oleh anak dibawah umur. Tapi, sekarang tinggal ketik semua keluar. Tidak hanya soal asusila tapi kekerasan, KDRT dan Peperangan, juga dapat diakses,” kata Politisi muda Gerindra tersebut.

Persoalannya, jika konten-konten itu sampai di anak yang tidak memiliki pemahaman yang tepat. Maka, dikhawatirkan dapat diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari.

“Ditakutkan Itu akan diduplikasi. Nah, melalui sosialisasi IPWK kami berharap bisa meningkatkan nasionalisme agar saling berbagi dan sharing pada generasi Milenial dan Generasi Z soal ideologi bangsa,” tegasnya.

Untuk di Lampung Selatan, Mbak Amel sapaan akrabnya. Sebagai milenial dirinya bersama teman-teman di DPRD juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi Pancasila dalam setiap bulan.

“Kemudian, sesuai usulan akan kami coba di tahun 2024 untuk penguatan IPWK di generasi muda melalui sekolah serta pondok pesantren,” tegas Amel.

Sementara, anggota DPRD Provinsi Lampung Apriliati mengatakan bahwa dari hasil survey Setara Institute. Setidaknya, mencapai 83 persen gen Z yakni, mereka yang mayoritas masih usia Sekolah Menengah Atas menganggap Pancasila bukan ideologi permanen dan bisa diganti.

“Kalo ini benar-benar terjadi maka kekhawatiran kita di era reformasi generasi kita mengalami degradasi moral,” kata April.

Artinya, Politisi PDIP itu melanjutkan, pengaruh digitalisasi dari sisi negatif memang menjadi salah satu penyebab. Bahkan, dari data KPU saat ini, Generasi muda mendominasi bahkan hingga 60 persen jumlahnya.

“Akibat pengaruh kemajuan teknologi di era Digital. Generasi sekarang memang banyak cuek dan lebih asik dengan gadget nya. Kita perhatikan ketika duduk bersama cenderung masyarakat lebih asik ke layar gadget ketimbang mengobrol, itu sebenarnya bukan budaya indonesia yang dikenal baik dalam bertegur sapa,” ujarnya.

Situasi semacam ini, kata April menjadi kegelisahan amat sangat baginya sebagai wakil rakyat, bagaimana mengembalikan budaya Indonesia dengan Ideologi Pancasila yang kuat. Bagaimana menatap Indonesia Emas 2045 yang bakal ada di tangan generasi milenial dan gen z.

“Moral yang sudah bergeser, persatuan yang tergerus merupakan tantangan kita semua untuk tetap tegak lurus mengawal ideologi pancasila dalam rangka mempertahankan keutuhan RI. Bahwa runtuhnya suatu negara manakala rakyatnya sudah melupakan ideologi,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi seperti ini harus segera disikapi secara arif dan bijaksana. Dengan berbagai konsep, strategi dan sinergi upaya DPRD Lampung menelurkan peraturan daerah tentang Kurikulum Pancasila.

“Seminggu lalu kami mengesahkan Perda tentang Kurikulum Pancasila. Dan akan kami tularkan di kabupaten kota. Karena, tidak semua yang lalu itu (jadul’red) tidak baik. Paling lambat 6 bulan harus dibuat Pergub. Di dalam pergub nantilah sebagai implementasi kita masukan kurikulum Pancasila dari tingkat TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi hingga di ponpes,” tegasnya.

Bahkan, BPIP juga telah merumuskan model terkait implementasi Kurikulum Pancasila ini. Apakah, akan lebih banyak model implementasi di TK dan SD seperti juga bentuk video serta gambar. Karena, anak-anak lebih cepat merespon dalam bentuk tontonan dan permainan. Kita juga akan duduk bareng dengan kemenag untuk masuk juga ke ponpes.

“Kami akan mengawal pergub hingga pelaksanaan. Karena ini merupakan hasil aspirasi dari tingkat RT saat kami reses. Semua sekolah harus membuka diri dalam rangka mensosialisasikan ideologi pancasila,” tegasnya. (Rls)

Related posts